ANGGARAN DASAR

ANGGARAN DASAR PASEMETONAN AGUNG PRATISENTANA
SRI NARARYA KENCENG
TABANAN

BAB I.
UMUM

Pasal 1.
Pengertian dan Batasan

(1) Yang dimaksud dengan Pasemetonan Agung Pratisentana Sri Nararya Kenceng, Tabanan adalah organisasi persatuan keturunan dari Ida Bhatara Sri Nararya Kenceng, dan masih berada dalam lingkup kepurusan (garis lurus) Ida Bhatara Sri Nararya Kenceng.
(2) Pasemetonan Agung Pratisentana Sri Nararya Kenceng mencakup:
a. keturunan Ida Batara Sri Nararya Kenceng sebagaimana dimaksud pada ayat (1); dan
b. kelompok-kelompok lain yang terkait erat dan berjasa terhadap para leluhur keturunan Sri Nararya Kenceng.
(3) Para anggota sebagaimana dimaksud pada ayat (2) di atas, kahyangan batur dan/atau pemerajan kawitan-nya berada di wilayah Kabupaten Tabanan.

BAB II.
NAMA, AZAS, LAMBANG, DAN MOTTO ORGANISASI

Pasal 2
Nama dan Waktu Pendirian

(1) Organisasi ini bernama “Pasemetonan Agung Pratisentana Sri Nararya Kenceng, Tabanan”.
(2) Pasemetonan Agung Pratisentana Sri Nararya Kenceng didirikan saat deklarasi yang dikumandangkan oleh Ida Tjokorda Anglurah Tabanan atas nama pratisentana Ida Batara Sri Nararya Kenceng pada hari Jumat tanggal 11 Nopember 2011.

Pasal 3
Azas, Lambang, dan Motto Organisasi

(1) Azas Organisasi adalah Panca Sila Dan Undang-Undang Dasar 1945.
(2) Lambang Organisasi adalah Cakra Wreti Saktining Singasana.
Arti simbolis lambang adalah:
a. Cakra berarti senjata Wisnu, dunia, atau wilayah.
b. Wreti berarti perputaran dunia yang dilukiskan dengan pengider-ider padma asta dala.
c. Sakti berarti bertuah dan berilmu, disimbolkan dengan senjata-senjata pusaka kerajaan, seperti pahleng (tulup empet), tombak Ki Baru Sakti, dan Keris Ki Kala Wong.
d. Singasana adalah nama ibukota Negara Kerajaan Tabanan.
e. Singa dilukiskan dengan kekarangan singa berwarna kuning keemasan sebagai simbol keagungan, adalah simbol raja dan simbol kendaraan Batara Rudra. Puri Agung Tabanan berada di sebelah barat daya pusat catuspatha Kerajaan.
f. Gunung di Utama Mandala, dataran dengan persawahan di Madya Mandala, dan pantai di Nista Mandala, adalah representasi wilayah Tabanan.
g. Pita sebagai dasar teks lambang berwarna jingga, adalah warna untuk wilayah barat daya.
h. Manik-manik di segala penjuru mata angin dengan warna pengider-ider, melambangkan persatuan dan persaudaraan dari pratisentana Ida Batara Sri Nararya Kenceng yang tersebar di berbagai penjuru mata angin dengan manik berwarna putih di tengah melambangkan puser pasemetonan yang berada di Puri Agung Tabanan.
(3) Motto Organisasi adalah Satyaning Darma Ksatrya Mahottama.
Makna motto organisasi adalah: sebagai seorang ksatrya yang sangat utama, setia melaksanakan kewajiban demi tegaknya kebenaran, bangsa, dan negara.
(4) Gambar Lambang sebagai mana dimaksud pada ayat (2) terdapat dalam Lampiran III, merupakan bagian tak terpisahkan dari Anggaran Dasar ini.

Pasal 4
Sifat organisasi

Sifat organisasi adalah:
(1) Sosial Kekeluargaan, Sosial Religius, dan Sosial Budaya.
(2) Demokratis, transparan, gotong royong, profesional, dan non politik.

Pasal 5
Tujuan Organisasi

Tujuan organisasi adalah:
(1) Mempertangguh persatuan, kesatuan, dan keutuhan Pasemetonan Agung Pratisentana Sri Nararya Kenceng.
(2) Pembinaan dan pengembangan anggota dalam peningkatan kesejahteraan.
(3) Peningkatan pengabdian terhadap pasemetonan, masyarakat, bangsa, dan negara.
(4) Membantu dan menjadi pendamping Pemerintah Daerah dalam melestarikan dan mengembangkan aspek-aspek sosial budaya Bali dan pembangunan daerah.

Pasal 6
Ruang Lingkup Kegiatan

Ruang lingkup kegiatan organisasi, mencakup:
(1) Konsolidasi dan pembinaan anggota beserta keluarganya.
(2) Pembangunan sumberdaya manusia (SDM) yang berkualitas, berkarakter dan bersikap ksatrya.
(3) Memelihara dan mengembangkan asas kinerja yang positif untuk mencapai tujuan organisasi.
(4) Pembinaan hubungan keluar dalam bidang keagamaan dan sosial budaya.
(5) Menjaga hubungan baik dengan kahyangan-kahyangan yang terkait dengan leluhur.
(6) Pembangunan perekonomian dan kesejahteraan keluarga yang mapan.

BAB III
ORGANISASI

Pasal 7
Kedudukan

Pusat organisasi berkedudukan di Puri Agung Tabanan, Jalan Srigunting No. 3, Br. Sakenan Baleran, Desa Delod Peken, Kecamatan Tabanan, Kabupaten Tabanan.

Pasal 8
Keanggotaan

(1) Keanggotaan Pasemetonan Agung Pratisentana Sri Nararya Kenceng mencakup:
a. anggota pengarep;
b. anggota penampih;
c. anggota penyangga; dan
d. anggota kehormatan.
(2) Anggota pengarep adalah semua kepala keluarga (KK) keturunan Ida Batara Sri Nararya Kenceng yang masih berada dalam lingkup kepurusan Sri Nararya Kenceng.
(3) Anggota penampih adalah semua kepala keluarga (KK) keturunan Ida Batara Sri Nararya Kenceng, tetapi dalam perjalanan sejarah pernah terputus dari kepurusan Sri Nararya Kenceng.
(4) Anggota penyangga adalah semua kepala keluarga (KK) yang bukan keturunan langsung dari Ida Batara Sri Nararya Kenceng, tetapi dalam perjalanan sejarah menjadi pendukung kebesaran keturunan Sri Nararya Kenceng.
(5) Anggota kehormatan adalah mereka yang bukan anggota pasemetonan agung, tetapi mempunyai jasa besar terhadap pasemetonan, yang ditetapkan melalui suatu proses penilaian yang objektif oleh tim yang ditugaskan untuk itu, dan tidak diberikan gelar kehormatan.
(6) Semua jenis keanggotaan sebagaimana dimaksud pada ayat (2), ayat (3), dan ayat (4) di atas diatur oleh organisasi di tingkat cabang yang ada di setiap puri/jro, atau kelompok semeton, dan mendapat pengesahan dari Pengurus Pusat.

Pasal 9
Kelembagaan

(1) Kelembagaan di tingkat pusat, terdiri atas:
a. Majelis Permusyawaratan Pasemetonan Agung, sebagai lembaga tertinggi pemegang kedaulatan organisasi;
b. Pelindung, adalah murdaning pasemetonan agung sebagai penanggung-jawab organisasi;
c. Pahem Narendra / Dewan Pertimbangan Agung adalah lembaga yang memberikan pertimbangan dan menjadi pendamping murdaning pasemetonan agung.
d. Dewan Pakar, sebagai lembaga tinggi organisasi untuk memberikan nasehat dan pertimbangan-pertimbangan terhadap jalannya organisasi;
e. Dewan Pimpinan Pasemetonan Agung, sebagai forum pimpinan organisasi untuk menyusun rencana jangka panjang, jangka menengah dan tahunan, serta membuat ketetapan-ketetapan yang dibutuhkan untuk berjalannya organisasi.
f. Dewan Kehormatan, sebagai lembaga tinggi organisasi yang menangani masalah-masalah kode etik dan tata laku anggota.
g. Pengurus Tingkat Pusat sebagai inti penyelenggara organisasi; dan
h. Unit-unit pelaksana teknis (UPT) sebagai penunjang operasional dalam rangka pencapaian tujuan organisasi.
(2) Skema Struktur Kelembagaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) di atas tercantum dalam Lampiran I yang merupakan bagian yang tak terpisahkan dari Anggaran Dasar ini.

Pasal 10
Kepengurusan

(1) Kepengurusan terdiri atas:
a. Pengurus pusat;
b. Pengurus cabang; dan
c. Pengurus Ranting dan/atau Komisariat
(2) Pengurus Pusat adalah kepengurusan yang berkedudukan di pusat dan membawahi pengurus-pengurus yang berada di tingkat cabang.
(3) Pengurus Cabang adalah kepengurusan di masing-masing puri/jroi/kelompok, berkedudukan di bawah pengurus pusat yang membawahi anggota-anggota di tingkat cabang.
(4) Pengurus Ranting atau Komisariat adalah pengurus yang bila diperlukan dapat dibentuk oleh Pengurus Cabang berdasarkan kebutuhan.
(5) Masa jabatan kepengurusan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) di atas adalah 5 tahun dan dapat dipilih kembali hanya untuk satu kali masa jabatan.
(6) Struktur Kepengurusan Tingkat Pusat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) di atas tercantum dalam Lampiran II yang merupakan bagian yang tak terpisahkan dari Anggaran Dasar ini.

Pasal 11
Pesamuan

(1) Pesamuan adalah forum musyawarah perwakilan anggota, terdiri atas:
a. Pesamuan Agung;
b. Pesamuan Agung Khusus;
c. Pesamuan Madya; dan
d. Pesamuan Alit.
(2) Pesamuan Agung adalah sidang umum Majelis Permusyawaratan Pasemetonan Agung Pratisentana Sri Nararya Kenceng yang dilakukan di tingkat pusat, dengan lingkup kegiatan sebagai berikut:
a. Membahas pertanggungjawaban akhir kepengurusan;
b. Menetapkan dan mengubah Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD dan ART);
c. Menetapkan Garis-garis Besar Kebijaksanaan Organisasi (GBKO);
d. Memilih dan Menetapkan Pengurus Pusat; dan
e. Mengukuhkan Murdaning Pasemetonan Agung.
(3) Pesamuan Agung Khusus adalah pesamuan yang dilakukan secara khusus untuk membahas hal-hal yang sangat mendesak dan sangat mendasar.
(4) Pesamuan Madya adalah pesamuan tingkat cabang dilakukan untuk :
a. Membahas pertanggungjawaban akhir kepengurusan;
b. Menetapkan Pokok-pokok Program Kerja Cabang (PPKC);
c. Memilih dan menetapkan pengurus cabang;
d. Menetapkan utusan ke Pesamuan Agung; dan
e. Menetapkan calon Ketua Umum pasemetonan di tingkat pusat.
(5) Pesamuan Alit adalah pesamuan yang dilakukan di tingkat ranting atau komisariat.
(6) Pesamuan sesuai ayat (2) dan ayat (4) di atas, dilakukan setiap lima tahun sekali.

Pasal 12
Rapat-rapat (paparuman)

(1) Rapat-rapat tingkat pusat dilakukan setidak-tidaknya sekali dalam setahun, mencakup:
a. Rapat Dewan Pimpinan Pasemetonan Agung (RAPIM);
b. Rapat Dewan Pakar;
c. Rapat Dewan Kehormatan;
d. Rapat Pengurus Pleno; dan
e. Rapat Pengurus Harian.

(2) Rapat-rapat tingkat cabang dan ranting/komisariat dilakukan setidak-tidaknya sekali dalam 6 bulan.

Pasal 13
Kekayaan Organisasi

Kekayaan organisasi bersumber dari:
(1) Iuran wajib anggota;
(2) Sumbangan sukarela dari anggota atau pihak lain yang tidak mengikat; dan
(3) Hasil usaha atau sumber lain yang sah.

BAB IV
PERWAKILAN DALAM MASALAH HUKUM

Pasal 14

(1) Dalam masalah hukum yang melibatkan organisasi, di dalam dan di luar pengadilan diwakili oleh Pengurus.
(2) Dalam masalah hukum yang melibatkan anggota secara perseorangan, di dalam dan di luar pengadilan, pengurus mengusahakan pendampingan sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.

BAB V
PENUTUP

Pasal 15

(1) Hal-hal yang belum diatur dan belum jelas dalam Anggaran Dasar ini akan diatur dan dijelaskan lebih lanjut dalam Anggaran Rumah Tangga ataupun keputusan lainnya yang tidak bertentangan dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga.
(2) Anggaran Dasar ini berlaku sejak tanggal ditetapkan.

Ditetapkan di Tabanan
Wara Redite Umanis,Wuku Klawu
Penanggal ping 10, Sasih Kapitu, Isaka Warsa 1934
Tanggal 23 Desember 2012